Pasar smartwatch global pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Jam tangan pintar tidak lagi sekadar aksesoris teknologi, tetapi telah menjadi perangkat penting bagi gaya hidup modern, terutama untuk pemantauan kesehatan, kebugaran, dan produktivitas harian. Berdasarkan laporan lembaga riset internasional IDC, pengiriman perangkat wearable pergelangan tangan sepanjang 2025 telah menembus lebih dari 150 juta unit secara global, dengan mayoritas di antaranya merupakan smartwatch.
Menariknya, peta persaingan merek smartwatch dunia pada 2025 mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya Apple selalu mendominasi, kini merek-merek asal China tampil sebagai pemimpin pasar. Kombinasi harga kompetitif, inovasi cepat, dan fitur yang semakin matang membuat vendor China berhasil menguasai pangsa pasar global. Berikut adalah ulasan lengkap 5 Besar Merek Smartwatch Dunia 2025, disertai analisis faktor kesuksesan masing-masing brand dan tren yang memengaruhi pilihan konsumen.
1. Huawei – Pemimpin Pasar Smartwatch Dunia 2025
Huawei menempati posisi pertama sebagai merek smartwatch terbesar dunia pada 2025. Hingga kuartal ketiga 2025, Huawei mencatat pengiriman lebih dari 28 juta unit smartwatch dengan pangsa pasar mendekati 19 persen. Pencapaian ini menempatkan Huawei di atas Apple dan Xiaomi dalam persaingan global.
Keberhasilan Huawei tidak lepas dari strategi produk yang sangat kuat, terutama melalui seri Huawei Watch GT dan Watch GT Pro generasi terbaru. Smartwatch Huawei dikenal memiliki daya tahan baterai yang sangat unggul, desain premium, serta fitur kesehatan yang lengkap seperti pemantauan detak jantung, SpO2, tidur, dan olahraga profesional.
Pasar domestik China menjadi kontributor terbesar penjualan Huawei, namun pada 2025 perusahaan ini mulai agresif memperluas pasar internasional, termasuk Asia Tenggara dan Eropa. Dengan kombinasi harga yang lebih rasional dibanding Apple dan fitur yang terus disempurnakan, Huawei berhasil menarik konsumen dari berbagai segmen.
2. Xiaomi – Raja Value for Money di Pasar Smartwatch
Xiaomi berada di posisi kedua dengan pengiriman hampir 28 juta unit smartwatch dan fitness band sepanjang 2025. Pertumbuhan Xiaomi bahkan menjadi yang tercepat di antara lima besar, dengan kenaikan penjualan tahunan lebih dari 30 persen.
Keunggulan utama Xiaomi adalah strategi value for money. Produk seperti Mi Band dan Redmi Watch menawarkan fitur yang sangat kompetitif, mulai dari sensor kesehatan lengkap, GPS, layar AMOLED, hingga daya tahan baterai panjang, dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding pesaingnya.
Xiaomi sangat kuat di pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara, India, dan Amerika Latin. Di Indonesia sendiri, smartwatch dan smartband Xiaomi menjadi pilihan utama konsumen pemula maupun pengguna yang menginginkan perangkat fungsional dengan harga terjangkau. Strategi harga agresif inilah yang membuat Xiaomi terus menggerus pangsa pasar merek premium.
BACA JUGA :
3. Apple – Tetap Kuat di Segmen Premium
Apple menempati peringkat ketiga dalam daftar 5 Besar Merek Smartwatch Dunia 2025. Total pengiriman Apple Watch berada di kisaran 27 juta unit, sedikit tertinggal dari Huawei dan Xiaomi. Meski demikian, Apple tetap menjadi pemimpin di segmen smartwatch premium.
Apple Watch unggul dari sisi kualitas ekosistem. Integrasi yang sangat mulus dengan iPhone, fitur kesehatan yang sangat akurat, serta dukungan software jangka panjang menjadi nilai jual utama. Apple juga terus berinovasi dengan fitur keselamatan, seperti deteksi kecelakaan, pemantauan kesehatan jantung lanjutan, hingga konektivitas darurat berbasis satelit.
Namun, harga yang tinggi dan keterbatasan kompatibilitas (hanya optimal untuk pengguna iPhone) menjadi tantangan utama Apple. Di tengah gempuran merek China dengan harga lebih terjangkau, Apple kini menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan pertumbuhan volume penjualan.
4. Samsung – Bangkit Lewat Inovasi dan AI
Samsung berada di posisi keempat dengan pengiriman sekitar 12 juta unit smartwatch sepanjang 2025. Meskipun sempat mengalami perlambatan di awal tahun, Samsung berhasil bangkit setelah merilis seri Galaxy Watch terbaru pada paruh kedua 2025.
Keunggulan Samsung terletak pada integrasi Wear OS, desain premium, serta fitur kesehatan yang semakin pintar. Pada 2025, Samsung mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam smartwatch-nya, seperti analisis kesehatan berbasis data, pengelolaan stres, dan asisten pintar yang lebih kontekstual.
Samsung cukup kuat di pasar Android global, termasuk Indonesia. Namun, harga yang relatif tinggi dibanding merek China membuat Samsung harus terus berinovasi agar tetap relevan di segmen menengah dan premium.
5. BBK Group dan Garmin – Spesialis di Segmen Tertentu
Posisi kelima ditempati oleh BBK Group, yang menaungi merek seperti OPPO, Realme, Vivo, dan iQOO. Secara kolektif, BBK mencatat pengiriman hampir 8 juta unit smartwatch pada 2025. Produk mereka menyasar segmen menengah dengan desain menarik dan harga bersaing, khususnya di Asia.
Di sisi lain, Garmin meskipun tidak mendominasi secara volume, tetap menjadi pemain penting di segmen olahraga dan kebugaran. Garmin unggul dalam akurasi GPS, daya tahan baterai ekstrem, serta fitur olahraga profesional. Smartwatch Garmin menjadi pilihan utama atlet, pelari, dan pengguna outdoor.
Tren Smartwatch 2025 dan Preferensi Konsumen
Tahun 2025 menegaskan bahwa konsumen semakin rasional dalam memilih smartwatch. Berdasarkan berbagai survei pasar, dua faktor utama yang paling dipertimbangkan adalah harga yang terjangkau dan daya tahan baterai. Fitur canggih tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya penentu.
Selain itu, tren kecerdasan buatan, pemantauan kesehatan lanjutan, dan integrasi ekosistem menjadi arah utama perkembangan smartwatch ke depan. Produsen yang mampu menyeimbangkan inovasi, harga, dan kenyamanan penggunaan akan memenangkan persaingan.
Kesimpulan
Berdasarkan data dan tren 2025, 5 Besar Merek Smartwatch Dunia 2025 didominasi oleh Huawei, Xiaomi, Apple, Samsung, dan BBK Group, dengan Garmin sebagai pemain kuat di segmen khusus. Dominasi merek China menunjukkan perubahan besar dalam industri wearable global.
Bagi konsumen, persaingan ketat ini justru menguntungkan karena pilihan semakin beragam, harga semakin kompetitif, dan fitur terus berkembang. Smartwatch kini bukan lagi barang mewah, melainkan perangkat penting untuk menunjang gaya hidup sehat dan produktif di era digital.





