Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia perangkat keras komputer. Harga memori RAM PC dilaporkan melonjak drastis secara global, bahkan hingga 500 persen dalam beberapa kasus. Buat kamu yang berencana merakit PC baru atau upgrade sistem, ini jelas bukan waktu yang menyenangkan. Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan lonjakan ini? Dan bagaimana sebaiknya gamer dan perakit PC Indonesia menyikapinya?
Produksi DRAM Terbagi Fokus, AI Jadi Biang Kerok
Penyebab utama dari lonjakan harga RAM ini adalah pergeseran besar-besaran dalam industri chip. Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron saat ini mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka ke memori khusus untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), yakni High Bandwidth Memory (HBM). HBM ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan teknologi besar untuk melatih model AI raksasa seperti ChatGPT, Gemini, hingga sistem generatif lainnya.
Masalahnya, kapasitas produksi chip tidak serta merta bisa ditambah begitu saja. Jadi, ketika fokus berpindah ke HBM, pasokan DRAM (RAM untuk PC dan laptop) otomatis menipis. Hukum pasar pun berlaku: ketika permintaan tetap tinggi dan pasokan menurun, harga langsung melonjak tajam.
Kenaikan Harga yang Nyata dan Signifikan
Harga modul RAM saat ini mengalami kenaikan berkali-kali lipat, tergantung jenis dan kapasitasnya. Modul DDR4 16GB yang sebelumnya bisa kamu dapatkan di kisaran Rp600 ribu, kini bisa menyentuh angka Rp1,5 juta atau lebih. Untuk DDR5 yang lebih baru, lonjakan harganya bisa dua sampai tiga kali lipat, tergantung merek dan distributor.
Beberapa perusahaan internasional sudah merasakan dampaknya secara langsung. CyberPowerPC, salah satu pembuat PC gaming ternama asal Amerika Serikat, mengumumkan bahwa mereka menaikkan harga seluruh sistem rakitannya mulai 7 Desember 2025. Alasannya jelas: harga RAM melonjak hingga 500 persen, sementara SSD naik sekitar 100 persen.
Respons Beragam dari Perusahaan Teknologi
Tidak semua perusahaan menanggapi krisis ini dengan cara yang sama. Framework, perusahaan laptop modular, memilih untuk menghentikan penjualan RAM secara terpisah dari situs resminya. Mereka khawatir RAM akan diborong oleh spekulan dan tidak tersedia bagi pelanggan sah yang ingin membeli laptop lengkap. Ini adalah langkah preventif agar pengguna tetap bisa mendapatkan perangkat dengan harga wajar.
Sementara itu, perusahaan besar seperti Lenovo tampaknya lebih siap. Mereka dikabarkan sudah menimbun stok RAM dalam jumlah besar sejak awal 2025, sehingga bisa menahan harga lebih lama dibandingkan kompetitornya. HP juga menyatakan akan menahan kenaikan harga hingga setidaknya pertengahan 2026, berkat manajemen stok yang lebih konservatif.
Namun tentu saja, stok bukanlah sesuatu yang abadi. Begitu pasokan yang dimiliki habis, hampir semua produsen kemungkinan besar akan menaikkan harga.
Apa Dampaknya Bagi Gamer dan Perakit PC Indonesia?
Bagi kamu yang berada di Indonesia, efek lonjakan harga ini memang belum terasa sepenuhnya di etalase toko atau marketplace lokal. Tapi menurut sejumlah pengamatan, tren kenaikan harga sudah mulai merayap masuk. Beberapa toko telah menaikkan harga modul RAM, sementara yang lain mulai kehabisan stok tertentu, terutama untuk RAM dengan spesifikasi menengah ke atas.
Artinya, kalau kamu sedang merancang rakitan PC baru, sebaiknya jangan terlalu santai. Harga bisa naik kapan saja dan ketersediaan produk bisa makin terbatas. Apalagi jika kamu mengincar build gaming kelas menengah atau workstation untuk kerja berat seperti editing video dan pemrograman AI.
Tips Menghadapi Lonjakan Harga RAM
Agar tidak terjebak dalam badai harga, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan sebagai perakit PC atau gamer:
BACA JUGA:
- Beli Sekarang, Jangan Tunggu Besok
Kalau kamu sudah merencanakan rakitan PC dan menemukan RAM dengan harga wajar, segera ambil. Menunda bisa berarti harus membayar lebih mahal nanti. - Fleksibel dengan Spesifikasi
Kalau DDR5 terlalu mahal, tidak ada salahnya memilih DDR4 yang masih cukup mumpuni untuk gaming dan produktivitas harian. Performa tetap bagus, harga lebih bersahabat. - Manfaatkan Bundling dan Paket Promo
Cari toko atau distributor yang menawarkan bundling RAM dengan motherboard atau prosesor. Biasanya harga bisa ditekan lebih rendah ketimbang beli satuan. - Pertimbangkan Opsi Second
Komunitas rakitan PC di Indonesia cukup aktif. Kamu bisa mencari RAM bekas pakai dengan kondisi bagus di forum, grup Facebook, atau marketplace dengan reputasi baik. - Upgrade Sebagian, Tunda Sebagian
Kalau memang belum mendesak, pertimbangkan untuk menunda upgrade RAM dan alokasikan dana ke komponen lain dulu. Misalnya, perbaiki airflow casing, ganti thermal paste, atau upgrade SSD.
Kesimpulan
Lonjakan harga RAM global memang menyulitkan banyak pihak, terutama perakit PC dan gamer yang terbiasa berburu performa maksimal dengan anggaran terbatas. Tapi memahami penyebabnya bisa membantu kita menyusun strategi yang lebih bijak.
Selama tren AI masih mendominasi arah industri teknologi, tampaknya kelangkaan DRAM akan tetap berlangsung. Maka dari itu, belanja cerdas dan perencanaan rakitan yang fleksibel adalah kunci untuk bertahan dalam masa harga komponen yang fluktuatif ini. Jangan tunggu sampai semuanya makin mahal—tapi juga jangan panik. Tetap tenang, cek kebutuhan, dan rakit sesuai prioritas.




